Penggunaan Obat yang Kurang Rasional
Billy N. <billy@hukum-kesehatan.web.id>
Hidup sehat sebagai Hak Azasi Manusia harus diwujudkan dalam bentuk pemberian berbagai upaya kesehatan kepada seluruh masyarakat melalui penyelenggaraan kesehatan termasuk pemberian obat-obatan yang rasional.
Pemberian obat-obatan yang rasional merupakan inti dari berbagai kegiatan dalam penyelengaraan upaya kesehatan yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki etika & moral yang tinggi, dengan keahlian yang secara terus menerus harus ditingkatkan mutunya.
Namun, pada kenyataannya dilapangan pemakaian obat yang kurang rasional masih sering atau banyak dijumpai dalam pelayanan kesehatan sehari-hari, mulai dari praktik dokter, balai pengobatan, puskesmas, sampai di rumah sakit.
Yang digolongkan pemakaian obat yang kurang rasional antara lain adalah pemakaian obat secara berlebihan baik dalam jenis maupun jumlah dosis, indikasi pemberian obat yang tidak jelas, tatacara pemakaian atau penggunaan yang tidak tepat, kombinasi berbagai obat yang berisiko tinggi, penggunaan obat mahal sementara masih banyak obat sejenis yang lebih murah, & penggunaan jenis obat suntik & infus yang tidak perlu. Read the rest of this entry »
Kelainan pada Cairan Jalan Lahir (Keputihan)
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>
Cairan normal yang keluar dari jalan lahir memiliki banyak fungsi, seperti:
- Pembersih jalan lahir bawah
- Melembabkan jalan lahir untuk mencegah kerusakan dinding sel jalan lahir
- Mencegah & melawan infeksi.
Berikut akan dijelaskan mengenai cairan jalan lahir yang normal & tidak normal, sehingga sejak awal Anda dapat mengenali jika terdapat masalah & dapat segera berkonsultasi pada dokter keluarga/langganannya. Adalah penting untuk mengamati perubahan terhadap cairan jalan lahir.
Cairan jalan lahir yang normal harus berwarna jernih atau putih susu, homogen, tidak berbau, & tidak menyebabkan iritasi/panas/gatal. Sedangkan jumlah cairan jalan lahir yang wajar bervariasi banyaknya sesuai siklus haid. Sedangkan yang tidak normal ciri-cirinya:
- Perubahan bau, terutama bau yang menyengat, amis, atau busuk
- Perubahan warna, seperti berwarna hijau, abu-abu, kuning, bercampur darah
- Perubahan tekstur, misalnya menjadi seperti nanah
- Merasakan gatal, terbakar, kemerahan, bengkak di daerah jalan lahir Read the rest of this entry »
Tags: keputihan
Memulihkan Hubungan Pasien & Dokter yang Retak
Billy N. <billy@hukum-kesehatan.web.id>
Dalam kolom ‘Surat Pembaca’ di beberapa harian, mungkin kita membaca surat-surat yang berisi pertentangan antara pasien dengan rumah sakit (RS) yang pernah merawatnya mengenai kepemilikan isi rekam medik. Pasien menganggap isi rekam medik adalah miliknya, sementara RS menganggap pasien hanya berhak atas isi resume/ringkasannya saja. Dalam kasus Prita Mulyasari, masalah rekam medik pun menjadi pertentangan ketika pihak RS menolak memberikan rekam medik dengan lengkap.
Kedua pendapat ini memiliki dasar hukum masing-masing. Pasal 47 UU no.29/2004 dengan jelas menyebutkan bahwa isi medik milik pasien, sementara pasal 12 Permenkes no.269/2008 mereduksi hak pasien tersebut menjadi hanya isi ringkasannya saja. Menurut azas preferensi hukum, peraturan yang lebih tinggi mengalahkan yang lebih rendah (lex superiori derogat legi inferiori). Read the rest of this entry »