• Hubungan Pasien - Dokter yang Baik
    Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

    Tidak ada seorangpun yang mau menderita sakit. Namun, semua manusia pasti pernah menderita sakit dari mulai sakit ringan sampai yang berat. Ada banyak penyakit bisa sembuh dengan sendirinya atau hanya perlu obat-obatan ringan, namun banyak pula penyakit yang cukup serius sehingga memerlukan penanganan oleh dokter. Agar dapat dilakukan pengobatan dengan baik, pasien harus memiliki hubungan yang baik dengan dokter yang menanganinya. Berikut akan dibahas bagaimana agar hubungan pasien dengan dokter dapat berjalan dengan baik.

    Pemilihan Dokter
    Dokter bukan hanya dibutuhkan ketika sakit, namun ketika sehat pun dokter sebenarnya diperlukan untuk mencegah penyakit atau menjaga & meningkatan kesehatan fisik maupun psikis dari pasien-pasiennya. Kesehatan pribadi pun sangat berkaitan dengan kondisi kesehatan dari keluarganya, sehingga dokter yang harusnya dipilih adalah dokter yang bisa melayani kesehatan seluruh anggota keluarga dari mulai bayi sampai lansia, bukan hanya saat sakit, melainkan juga pada saat sehat untuk menjaga & meningkatkan derajat kesehatan.
    Dokter yang bisa melakukan hal tersebut adalah dokter keluarga, yang memang sudah belajar & dilatih untuk menangani penyakit & menjaga kesehatan masyarakat dari mulai lahir sampai lansia. Di Indonesia, dokter umum dapat menjadi dokter keluarga. Jangan ragu untuk menggunakan dokter umum/keluarga karena menurut statistik, sebagian besar penyakit & pencegahannya cukup & bisa ditangani oleh dokter umum/keluarga.
    Dengan menggunakan dokter umum/keluarga, pemeliharaan kesehatan dapat dilakukan lebih efisien. Riwayat kesehatan pribadi & keluarga dapat dicatat dengan baik sehingga memudahkan penanganan ketika sakit. Biaya pengobatan dapat ditekan karena dokter sudah sangat mengenal pasiennya sehingga tidak perlu mengulang pemeriksaan, mencoba pengobatan dari awal, atau memberikan obat yang tidak cocok untuk pasien, misalnya yang menimbulkan reaksi alergi.
    Dokter umum/keluarga pun dapat melakukan perawatan kesehatan untuk keadaan-keadaan khusus, misalnya pada kehamilan & persalinan normal. Sebagian besar kehamilan & persalinan yang dialami oleh kaum perempuan adalah kehamilan & persalinan yang normal, sehingga penanganan oleh dokter umum/keluarga pun sudah cukup.
    Jika diperlukan untuk kasus-kasus khusus, misalnya pembedahan atau penyakit yang kompleks, dokter keluarga akan merujuk pasien pada dokter spesialis namun tetap dokter keluarga dapat terus mendampingi pasien selama proses pengobatan. Dalam sebagian kasus, pengobatan spesialistik pun dapat dilakukan dokter keluarga di bawah pengawasan dokter spesialis.
    Read the rest of this entry »

Custom Search